Kebun UGM Panen Matoa Papua

Written by Operator KP4 on . Posted in Rilis Berita

YOGYA (KR) – Sebagai upaya penelitian dan pengembangan pertanian, UGM telah membangun kebun plasma nutfah tanaman langka di Kebun Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KP4). “Saat ini, sedang panen buah matoa yang merupakan tanaman asli dari rimba Papua. Setidaknya, ada 6 jenis atau varitas yang terdapat di University Farm ini,” kata Dr Cahyono Agus, Kepala Bidang Pertanian KP4 UGM, kepada KR.

Buah matoa yang terkenal lezat dan penuh khasiat tersebut sudah mulai dipasarkan di kalangan terbatas UGM. Ukuran buah matoa yang sebesar bola bekel dengan kulit buah dan buah yang sangat tebal ini rasa manis dan lezatnya melebihi buah kelengkeng impor. Tak banyak yang tahu dan bisa merasakan buah matoa ini, karena memang tidak banyak dibudidayakan, apalagi dijual di pasaran umum. Produksi massal semai matoa untuk masyarakat umum baru bisa dipasarkan tahun depan. “Diharapkan nantinya masyarakat luas bisa menanam matoa dalam pot sehingga dapat menikmati kelezatan buah rimba Papua di halaman rumahnya sendiri,” kata Cahyono.

Beberapa produk KP4 yang sudah bisa dikonsumsi oleh masyarakat luas adalah jagung manis, padi IR-64, kedelai hitam, kacang tanah, ikan darat, durian, matoa serta berbagai jenis benih dan bibit tanaman khusus.

Beberapa mahasiswa dan dosen UGM sedang mengadakan penelitian tentang studi dendrologi, regenerasi vegetatif, generatif dan kultur jaringan matoa maupun tanaman langka lainnya. Khasiat farmakologi buah matoa tampaknya belum diteliti lebih lanjut, meskipun dipercaya dapat mengobati beberapa penyakit dalam.

Menurut Dr Cahyono, KP4 UGM juga mengembangkan model pengembangan agribisnis pertanian terpadu yang meliputi pertanian, hortikultura, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan dengan sumber dana dari hibah Dikti, RKAT, DIPA, dana masyarakat, Pemda, industri maupun swasta. KP4 juga sedang mengembangkan camping ground agar masyarakat bisa belajar langsung di alam untuk mencintai lingkungan dan pemanfaatannya.

Dalam kurikulum berbasis kompetensi, mahasiswa tidak hanya diajarkan untuk sekadar tahu saja, namun harus bisa memanfaatkan ilmunya untuk bisa berkarya secara maksimal di lapangan kerja. “Untuk itu, metode pembelajaran yang memfokuskan pada permasalahan nyata di lapangan dan student center learning menjadi andalan utama metode pembelajaran di UGM,” katanya. Dengan demikian, University Farm mempunyai peran penting sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai luhur dalam peningkatan kompetensi dan kualitas lulusan.(Rsv)-o.

Berita dikutip dari Koran Kedaulatan Rakyat

Trackback from your site.

Leave a comment