Pelestarian Keanekaragaman Tanaman Obat Indonesia di KP4 UGM

Written by Operator KP4 on . Posted in Rilis Berita

Ruang Lingkup

       Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian Universitas Gadjah Mada (KP4 UGM) sebagai salah satu Unit Penunjang Universitas yang memberikan layanan kepada civitas akademika UGM maupuan kepada masyarakat di luar UGM yang bekerjasama dengan Fakultas Farmasi UGM, melalui peran aktif dalam upaya Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tanaman Obat Indonesia yang merupakan suatu kegiatan terpadu, melibatkan institusi, berbagai disiplin ilmu dan mempunyai 3 tujuan yang saling terkait dan mendukung satu sama lain, yaitu (1) untuk memanfaatkan secara berkelanjutan (sustainable utilization) keanekaragaman tanaman obat Indonesia; (2) untuk melestarikan potensi keanekaragaman tanaman obat Indonesia; (3) untuk mempelajari keanekaragaman tanaman obat Indonesia. Ketiga tujuan tersebut sejalan dengan kesatuan tiga unsur dasar strategi konservasi keanekaragaman hayati, yaitu: perlindunan (saving), pengkajian (studying), dan pemanfaatan (using).

     Untuk menjaga keanekaragaman hayati, (KP4 UGM), mencoba untuk memikirkan konsep "Kebun Koleksi Tanaman Obat Indonesia" dengan ide utama melaksanakan fungsi perlindungan di lahan pertanian yang dikelola secara terpadu. Selain kegiatan pelestarian, dilakukan juga penelitian budidaya (agronomi), pemuliaan (breeding), dan perbanyakan bibit tanaman obat untuk kemudian dijadikan kebun plasma nutfah. Diharpkan dengan memperkenalkan beberapa contoh sistem pertanian terpadu dan ramah lingkungan yang dapat menjalankan fungsi konservasi dapat menambah wawasan masyarakat, peneliti dan mahasiswa.

 

PERKEMBANGAN DAN PROGRAM PENELITIAN TANAMAN OBAT INDONESIA DI KP4 UGM

  • Program Penelitian Tanaman Obat Indonesia di KP4

Program penelitian tanaman obat dalam Repelita VI untuk pembangunan sektor pertanian yang mendukung sektor kesehatan serta industri pedesaan disusun dalam Rencanan Penelitian Tingkat Peneliti (RPTP), yakni sebagai berikut (Anonim, 1993): (1) Peningkatan mutu dan produktifitas tanaman temu-temuan dan sirih-sirihan, (2) Penganekaragaman hasil tanaman obat yang menunjang agroindustri, (3) Strategi pemasaran dan usaha tani tanaman obat, (4) Eksplorasi dan teknik budidaya tanaman obat potensial, (5) Perbaikan bahan tanaman melalui peningkatan keragaman genetik pada tanaman temu-temuan (famili Zingiberaceae), (6) Penelitian fitokimia tanaman obat, (7) Pola tanam tanaman obat potensial pada lahan kering spesifik, (8) Pengendalian penyakit dan hama tanman obat secara terpadu.

Penyusunan dari penelitian dan pengembangan tanaman obat, yang dilakukan KP4 UGM dengan masukan dari instansi terkait seperti: Fakultas Farmasi UGM, Bali Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO), Badan LITBANG Kementerian Pertanian, Badan Kesehatan RI, (PUSLITBANG), Biologi LIPI, dan PT. Sido Muncul.

  • Sumber Dana Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat di KP4

Sumber Dana Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat di KP4, telah di danai oleh Bank Dunia (World Bank), melalui program Indonesia-Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) UGM, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional RI.

  • Pengembangan Kebun Koleksi Tanaman Obat di KP4

Sampai saat ini pengembangan Kebun Koleksi Tanaman Obat di KP4 telah ditujukan untuk melestarikan keanekaragaman genetika tanaman budidaya, terutama tanaman pangan. Bagaimanapun, mengingat pentingnya peranan tanaman obat bagi kesehatn manusia, pengembangan Kebun Koleksi Tanaman Obat perlu dipertimbangkan kehadirannya, meskipun biayanya cukup mahal dan perlu adanya kegiatan pendukung yang juga pentiing untuk penyuluhankepada masyarakat terutama mengenai pentingnya pelestarian plasma nutfah tanaman obat serta teknik budidayanya.

  • Informasi Koleksi Jenis Tanaman Obat yang Telah dibudidayakan di KP4

Program penelitian dan pengembangan tanaman obat di KP4 bertujuan untuk meningkatkan pengadaan dan pemanfaatan bahan obat alami dalam industri obat tradisional, obat modern dan peningkatan gizi masyarakat, melalui budidaya kovensional dan kultur jaringan. KP4 saat ini telah mengembangkan koleksi sebanyak 86 spesies tanaman obat, diantaranya: Daun Sendok (Plantago major L.), Daun Ungu (Graptophyllum pictum Griff.), Delima (Punica granatum L.), Kapas Cinde (Asclepias curassavica L.), Kembang Bunga (Clerodendrum calamitosum), Tapak Dara (Cahtaranthus roseus (L.) G. Don.), Stevia rebandiana Bertonii M.), Viola (Viola odorata L.), Noana Makan Sirih (Clerodendrum thomsonae Balf. F.), Kolesom (Talinum racemosum R.), Pegagan (Centella asiatica Urb.), dan beberapa jenis yang lain.

  • Rencana Pengembangan dan Penelitian Tanaman Obat di KP4 yang Berkelanjuatan

Pelestarian pemanfaatan tanaman obat yaitu etnomedisin, fitokimia, teknologi ekstraksi/standarisasi farmakologi dan toksikologi, stabilitas, khasiat/efikasi, efisiensi dan semisintesa.

 

Trackback from your site.

Leave a comment