KP4 UGM rintis “Kampung Anggrek Lestari “bersama mahasiswa KKN UGM

Written by Operator KP4 on . Posted in Rilis Berita

shooting-anggrek-300x225

shooting anggrek

KP4 UGM rintis “Kampung Anggrek Lestari” bersama mahasiswa KKN UGM

Kebun Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KP4) UGM bersama Fakultas Biologi yang telah lama mengembangkan “GAMA ANGGREK” mulai menggandeng desa mitra binaan “Kampung Anggrek Lestari”. Untuk tahap pertama, desa binaan dilakukan di 4 pedukuhan di Desa Kalitirto di wilayah sekitar KP4 UGM, yang dibina bersama 24 mahasiswa KKN PPM pada periode Juli-Agustus 2013 lalu.

Menurut Kepala KP4 UGM, Dr. Cahyono Agus, desa-desa mitra binaan tersebut diharapkan bisa berperan sebagai penyangga produksi, mulai dari hulu sampai hilir. Antusias kelompok binaan sangat tinggi, bahkan desa lain juga banyak yang berminat menjadi desa binaan. Aktivitas ini merupakan program pemberdayaan masyarakat dan mahasiswa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat agar bisa menjadi kampung mandiri.

GAMA ANGGREK di KP4 telah lama dikembangkan bersama Fakultas Biologi UGM melalui program PBI (Pengembangan Bidang Ilmu), IMHERE (Indonesia-Managing Higher Education for Relevancy and Efficiency), anggaran UGM, DIPA serta program pengembangan lain. Dengan adanya laboratorium kultur jaringan, showroom, Botanical Garden, maka banyak pelaku bisnis tanaman hias, hobbies, akademisi maupun masyarakat umum mulai berdatangan ke KP4 untuk belajar dan wisata edutainment serta menjadikan KP4 sebagai mitra untuk mereka memperoleh bibit anggrek yang diharapkan. Anggrek potong (vanda) secara kontinyu dipanen dan dipasarkan ke berbagai mitra bisnis yang terdiri atas berbagai gerai tanaman hias dan hotel-hotel berbintang. “Dengan kemitraan ABCG (Academic, Business, Community, Government) ini, maka akan terjaga kuantitas, kualitas dan kontinyuitas produksi anggrek sejak dari produksi bibit sampai pemasarannya dengan baik”, ujar Dr. Cahyono. KKN PPM UGM dibimbing oleh Dr. Endang Semiarti dan A Bagus Sasongko, M.Biotech. dari Fakultas Biologi dengan dana dari BOPTN KP4 UGM. Program kerja KKN yang dilaksanakan adalah: sosialisasi program, pelatihan budidaya anggrek skala laboratorium, pelatihan budidaya anggrek skala rumah tangga dengan persilangan dan compoting, pembuatan alat peraga berupa entkast dan inkubator untuk pembungaan dan pemeliharaan tanaman anggrek, pembuatan pot unik dan display anggrek, pengadaan pameran/ showroom anggrek hasil budidaya masyarakat, serta penanaman anggrek di batang pohon.

Pengembangan “Kampung Anggrek Lestari” di KP4 UGM mensinergiskan beberapa aspek akademisi, ekonomi, lingkungan dan sosial budaya secara terpadu. Dengan demikian, mitra desa binaan akan mendapatkan manfaat langsung berupa pemanfaatan lahan menganggur, pemnafaatan waktu luang, penciptaan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, peningkatan pendapatan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dr. Cahyono mengatakan dengan keanekaragaman hayati (biodiversitas) yang banyak dijumpai di Indonesia diharapkan juga memberikan keuntungan bagi sektor pendidikan dan penelitian. Potensi yang cukup menjanjikan sehingga dapat menambah pendapatan dari sisi bisnis. Di samping itu, yang tidak kalah penting adalah budidaya anggrek dilakukan untuk menjaga agar tidak punah. Manfaatnya bukan hanya kepada para akademisi, mahasiswa, tapi juga masyarakat. Khusus budidaya anggrek, cahyono berharap agar dunia bisnis dapat bekerja sama dengan kalangan akademisi untuk budidaya dan pengembangan tanaman tersebut. Bagaimana mungkin keanekaragaman hayati Indonesia justru diambil alih oleh negara lain sehingga mereka yang memperoleh manfaat ujar cahyono.

Usaha penanaman anggrek alam dari berbagai daerah di Indonesia dan penangkarannya telah dapat di lakukan di Botanical Garden Kebun Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KP4) untuk konservasi ex situ anggrek alam. Tujuan jangka panjang dari Botanical Garden KP4 sebagai Pusat Konservasi Anggrek Alam Endemik Indonesia dan Obyek Wisata Pendidikan di Yogyakarta. Tujuan lain akan didapatkannya database anggrek alam endemik Indonesia yang ditanam di Botanical Garden KP4 dan bibit hasil perbanyakan tanaman anggrek tersebut secara in vitro. Metode yang dilakukan meliputi 1) pengumpulan anggrek alam endemik dari berbagai daerah di tanah air bekerjasama dengan Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Cabang, 2) penanaman anggrek alam di Botanical Garden, 3) karakterisasi morfologis dan molekular anggrek alam untuk pembuatan database, 4) Penangkaran dan Perbanyakan massal tanaman anggrek secara in vitro di laboratorium. Hasil yang diharapkan adalah 1) Anggrek alam endemik dari berbagai daerah sumbangan PAI cabang di Indonesia, 2) Database anggrek alam Indonesia , 3) Bibit anggrek hasil penangkaran dan perbanyakan.

Tumbuhan anggrek yang tergolong dalam familia Orchidaceae telah lama dikenal oleh masyarakat luas, baik sebagai tanaman hias maupun bunga potong. Di dunia ini, diperkirakan terdapat sekitar 20.000 jenis anggrek dan sebagian tersebar di daerah tropis. Di kepulauan Indonesia, diperkirakan terdapat kurang lebih 5.000 jenis anggrek yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dengan demikian, Indonesia sebagai negara tropis merupakan negara yang mempunyai jenis anggrek terkaya di dunia.

Meskipun kaya akan berbagai jenis tanaman anggrek, sejauh ini tidak banyak orang yang membudidayakan karena anggapan bahwa tanaman ini harganya mahal dan sulit pemeliharaannya. Oleh sebab itu, meskipun banyak orang yang menyukai anggrek, tidak terlalu banyak yang mau menekuni untuk menanam dan memeliharanya. Salah satu penyebab keengganan masyarakat untuk membudidayakan tanaman anggrek adalah ketidaktahuannya tentang apa itu anggrek dan bagaimana cara menanam serta memeliharanya

.

 

Trackback from your site.

Comments (2)

  • waskita dwi p

    |

    Program yg sangat bagus. Saya tertarik untuk mengembangkan lingkungan perumahan dimana saya tinggal u/ cinta tanaman khususnya Anggrek.
    Saya tinggal di Perum Darusalam Mejing Wetan,Gamping Sleman. Perumahan kami dikelilingi sungai Bedog dgn kodisi tanah wedi kengser yg belum termanfaatkan scr maksimal.
    Barangkali dgn KP4 UGM akan ada jalan keluar model pengelolaan wedi kengser tersebut. Terima kasih.

    Reply

  • Rejowinangun

    |

    kami punya rencana ingin membuat kampung anggrek di Kelurahan Rejowinangun hanya saja kami belum punya pengalaman di bidang ini, mohon bantuan KP4 untuk memberi masukan kepada kami

    Reply

Leave a comment