UGM MENERIMA HIBAH MOBIL OPERASIONAL PIAT UGM DARI PT. CIOMAS ADISATWA

Written by Operator KP4 on . Posted in Berita PIAT UGM (KP4), Headline, Rilis Berita

YOGYAKARTA – PT. CIOMAS ADISATWA menyerahkan bantuan hibah 1 (satu) unit Mobil Operasional PIAT UGM kepada Universitas Gadjah Mada senilai Rp 244.700.000,- dan bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Wilayah I PT. CIOMAS ADISATWA Ir. Achmad Dawami, kepada Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UGM Prof. Dr. Suratman, M.Sc dengan terlebih dahulu dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hibah Mobil Operasional PIAT UGM tersebut oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset UGM Prof. Dr. Ir. Budi Santosa Wignyosukarto, Dip.HE, dan dari Pihak PT. CIOMAS ADISATWA oleh Ir. Ahcmad Dawami Selaku Kepala Wilayah I pada hari Jumat 11 September 2015 bertempat di kantor Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Tanjungtirto Kalitirto Berbah Sleman. Penyerahan bantuan mobil tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan mobilitas staf dan karyawan serta mahasiswa dalam rangka mewujudkan terselenggaranya proses pembelajaran di laboratorium lapangan secara lebih baik dan profesional. Penyerahan mobil tersebut merupakan wujud komitmen dari PT Ciomas Adisatwa dalam mendukung terselenggaranya pelaksanaan tridharma pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di UGM. Acara serah terima tersebut dilakukan pada rangkaian acara Sosialisasi Program Modernisasi Kandang Ternak Unggas PIAT UGM sebagai upaya peningkatan fasilitas laboratorium lapangan yang modern dan ramah lingkungan. Keberadaan kandang yang modern dengan mengaplikasikan teknologi mutakhir dalam bidang budidaya ayam akan dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran (praktikum, sekolah lapang), penelitian dan kerja praktek atau magang bagi seluruh civitas akademika UGM khususnya dan masyarakat yang bergerak dalam bidang perunggasan pada umumnya. Para mahasiswa yang pada tingkat akhir dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan teknologi budiadaya perunggasan modern sehingga lebih siap memasuki dunia kerja. Kandang unggas modern yang akan dibagun tersebut merupakan pengganti kadang unggas di PIAT yang telah uzur, baik dalam teknologi maupun usia kandang. Kandang baru yang akan dibangun terdiri dari 2 unit dengan “sistem closed house double decks”. Ukuran kandang baru kandang yang akan dibuat 117 x 12m2, dengan kapasitas 21-24 ribu per lantai sehingga total jumlah ayam yang dapat dipelihara adalah 84-96 ribu ekor. Kandang baru tersebut nantinya dilengkapi dengan tempat pakan dan minum otomatis sehingga setiap tenaga kerja akan dapat memelihara jumlah ayam yang lebih banyak. Penggunaan sistem pemberian air minum yang lebih baik akan dapat mengurangi tumpahnya air minum dalam kandang, sehingga fermentasi mikrobia yang dapat menghasikan amonia oleh adanya tumpahan air dapat dibatasi. Beaya investasi yang diperlukan untuk memodernisasi kandang tersebut adalah Rp 2,5 – 3,0 M per kandang sehingga total keseluruhan diperlukan Rp 5 – 6 M. Disamping kandang modernisasi kandang, udara yang keluar dari kandang diperlakukan (treatment) untuk mengurangi lepasnya amonia dan debu ke udara dengan dibangunnya waste treatment, yang juga akan mengolah kotoran (excreta ayam) pada setiap periode panen.

Trackback from your site.

Leave a comment