Sub Bidang Energi dan Pengelolaan Limbah

Kegiatan Bidang Energi dan Pengelolaan Limbah PIAT UGM berpusat di Rumah Inovasi Daur Ulang (RInDU). Awal mula berdirinya RInDU pada tahun 2011 dengan nama Laboratorium Daur Ulang Sampah (LDUS) dan berganti nama menjadi RInDU pada tahun 2016. RInDU merupakan sebuah laboratorium daur ulang sampah dan limbah yang mengembangkan berbagai metode dan teknologi untuk dapat dikembangkan berbasis:

  1. Fermentasi (composting dan biogasifikasi)
  2. Termal (katalitik pirolisis, gasifikasi dan hidrotermal)
  3. Mekanik (pengeringan, pencacahan, penepungan, dan peletisasi)

Pengelolaan sampah dilakukan dengan beberapa metode, yaitu dengan pengolahan sampah organik menjadi pupuk dengan metode komposting, pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar dengan metode pirolisis dan pengolahan sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi menggunakan incinerator.

1. Komposting

Komposting adalah proses pengendalian penguraian secara biologi dari bahan organik, menjadi produk seperti humus yang dikenal sebagai kompos. Penguraian bahan organik itu (disebut juga dekomposisi) dilakukan oleh mikro-organisme menghasilkan senyawa yang lebih sederhana. Pada saat komposting terjadi proses-proses perubahan secara kimia, fisika dan biologi. Kecepatan dekomposisi dipegaruhi oleh banyak faktor. Dalam dekomposisi, dimana nutrisi dilepaskan, terjadi ketika substrak organik kaya akan nutrisi, nisbah C/N dan C/P sangat renda. Perbedaan formulasi bahan organik, perbedaan teknik dan lamanya pengomposan, serta perbedaan tingkat aplikasi (teknik da perbedaan waktu), akan berpengaruh terhadap peyebaran nutrisi dari baha organik.

Tujuan pegomposan adalah untuk memantapkan bahan –bahan organik yag berasal dari bahan limbah, meguragi bau busuk, membunuh organisme pathogen(penyebab penyakit), membunuh biji-biji gulma da pada akhirnya menghasilkan pupukorganik/ kompos yang sesuai dengan taah. Pengomposan dinyatakan selesai bila kompos dalam keadaan matang. Kematangan kompos dicirikan bila kompos disimpan tidak menimbulkan gangguan atau jika diaplikasikan ke dalam tanah tidak menimbulkan masalah.

Metode composting di RInDU adalah sebagai berikut:

  1. Bak Fermentasi
  2. Segitiga Windrow
  3. Static Aerated Pile
  4. Rotary Composter (Batch dan Kontinyu
  5. Pirolisi

2. Pirolisis

Sampah yang masuk ke PIAT UGM adalah sampah organik dan sebagian kecil sampah anorganik. Untuk mengolah sampah plastic PIAT menggunakan metode pirolisis untuk mengubah limbah plastic menjadi bahan bakar. Proses pirolisis merupakan proses pemanasan tanpa menggunakan oksigen atau minim oksigen. Alat pirolisis plastic mampu mengubah limbah padat plastic berbagai jenis menjadi bahan bakar cair. Alat pirolisis yang dibuat memliki onsep rendah energy, keamanan yang tinggi serta tidak mengeluarkan gas berbahaya ke lingkungan selama proses pirolisis berlangsung. Alat ini hanya membutuhkan bahan bakar cair di proses awalnya setelah proses pirolisis berlangsung dan menghasilkan gas buang yang bisa dibakar maka proses selanjutnya dipanasi dengan pembakaran flue gas tersebut.

3. Green Incenerator

Pembakaran sampah menggunakan incinerator merupakan teknologi yang mengkonversi materi padat menjadi materi gas, serta padatan yang sulit terbakar, abu dan debu. Suhu pembakaran didalam incinerator di PIAT UGM mencapai suhu 1000oC. Suhu tinggi dimaksudkan untuk mematikan bakteri pathogen yang tahan akan suhu tinggi. Kelebihan alat ini adalah mampu mereduksi volume sampah dengan waktu yang singkat sekaligus menghasilkan panas yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit steam dan listrik. Sampah dengan ukuran dan tidak dipilah juga dapat diproses dengan mudah dengan alat ini. Green incinerator adalah incinerator yang didesain ramah lingkungan dapat menghancurkan sampah dengan efisien dan juga tidak menimbulkan polusi udara. Incinerator yang dikembangkan dapat diumpankan sampah secara kontinyu sehingga memiliki kapasitas operasi yang besar.

 

Metode composting dan Pengolahan Sampah di RINDU Bidang EPL PIAT UGM adalah sebagai berikut:

Layanan RInDU

Share