Sub Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Terbarukan

Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Terbarukan

  1. PENDAHULUAN

Isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan telah begitu meresahkan dan belum menemukan titik temu. Seiring meningkatnya jumlah populasi manusia banyak sekali permasalahan lingkungan yang terjadi mulai dari krisis air, krisis pangan, kebakaran hutan, musim yang tidak tentu, kepunahan spesies, dan lain sebagainya. Langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut harus terintegrasi dengan banyak pihak agar bisa berjalan dengan optimal. Salah satu upaya untuk menanggapi isu tersebut adalah dibentuknya Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM.

Bidang KSDA PIAT memiliki tugas dan fungsi untuk pengembangan inovasi dalam bidang konservasi untuk menjawab permasalahan lingkungan yang ada di seputar PIAT. Bidang KSDA juga memiliki fungsi untuk mendukung berjalannya program dari bidang lain agar lepas dari masalah lingkungan. Salah satu yang menjadi fokus bidang konservasi adalah konservasi lahan dan air. Air merupakan kebutuhan utama berjalannya sektor agrikultur baik pertanian, peternakan, maupun perikanan. Manajemen dan pendistribusian air yang tepat merupakan kunci utama keberhasilan berjalannya program di PIAT UGM. Selain itu karena di PIAT UGM banyak program yang dijalankan berkaitan dengan pertanian, konservasi lahan juga menjadi hal yang wajib dilakukan agar lahan yang digunakan tetap subur sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan.

  1. PROGRAM BERJALAN

Saat ini bidang KSDA mengkoordinasikan kegiatan beberapa unit yang ada di bawah PIAT UGM antara lain:

  1. Kebun Mangunan-Girirejo, Dlingo-Imogiri, Bantul, Yogyakarta

Kebun seluas 151 hektar ini saat ini dilaksanakan beberapa macam kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan oleh pengelola sebelumnya antara lain pengelolaan hutan rakyat meliputi kebun karet, jati, gmelina, jabon, dan tanaman kayu lainnya, penyulingan minyak kayu putih, pendampingan kebun herbal yang digarap oleh kelompok wanita tani, kegiatan tumpangsari, peternakan ayam, kebun buah 3S, dan kegiatan outbond dan perkemahan. Selain itu juga terdapat program yang sedang mulai dijalanan yaitu restorasi DAS yang menjadi sumber air yang ada di kebun tersebut. Karena lahan yang ada di kawasan tersebut merupakan lahan yang kering, maka diperlukan manajemen penggunaan air salah satunya dengan adanya program water harvesting. Mulai tahun 2016 dibuat instalasi water harvesting sebagai salah satu model bangunan yang dapat digunakan sebagai pemanen air sekaligus greenhouse untuk bercocok tanam.

  1. Kebun Anggrek

Pada umumnya, orang menyukai anggrek hanya untuk dinikmati keindahan bunganya, tetapi tidak tertarik membudidayakan tanaman anggrek tersebut dengan anggapan bahwa tanaman anggrek sulit pemeliharaannnya. Padahal jika pengetahuan tentang pembudidayaan anggrek tersebut dimiliki, para pencinta anggrek dapat memperbanyak tanaman anggrek, baik untuk koleksi pribadi, maupun konservasi dan untuk tujuan komersial. Oleh karena itu di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM yang dulunya merupakan Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (KP4) dibuat kebun anggrek oleh Fakultas Biologi UGM melalui program Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (IMHERE) untuk mengembangkan budidaya anggrek. Kebun anggrek ini dilengkapi dengan fasilitas berupa laboratorium kultur untuk mengembangbiakkan anggrek. Selain itu juga terdapat greenhouse untuk pemeliharaan anggrek epifit maupun kebun anggrek tanah yang diambil bunganya sebagai bunga potong.

Kebun anggrek memiliki luas kurang lebih 200 are yang teletak di blok 3A. kebun ini dilengkapi dengan greenhouse anggrek epifit, kebun anggrek bunga potong, serta laboratorium kultur jaringan. Di dalam kebun anggrek ini terdapat berbagai jenis anggrek alam maupun anggrek hibrida. Anggrek alam yang ada antara lain Bulbophyllum macrantum, Coelogyne peltastes, Coelogyne asperata, Coelogyne dayana, Cymbidium bicolor, Dendrobium macrophyllum, Dendrobium strebloceras, Dendrobium moschatum, Dendrobium agregatum, Dendrobium fimbriatum, Dendrobium anosmus, Dendrobium secundum, Epidendrum radicans, Grammatophyllum martae, Grammatophyllum speciosum, Malaxis sp., Phalaenopsis violacea, Phalaenopsis bellina, Phalaenopsis amabilis, Scomborgia sp., Vanda limbata, Vanda saxatilis, dan juga Vanda tricolor. Selain itu juga terdapat anggrek hibrida yang meliputi Dendrobium hibrida, Phalaenopsis hibrida, dan Vanda hibrida. Jenis anggrek hibrida ini lebih mudah dikembangbiakkan dibandingkan anggrek alami. Namun kian lama minat untuk anggrek alam lebih tinggi dibandingkan anggrek hibrida sehingga semakin lama koleksi anggrek alam di PIAT UGM juga akan ditingkatkan disertai dengan upaya budidaya dan konservasi.

Fasilitas:

  • Laboratorium, peralatan, dan bahan untuk kultur jaringan
  • Kebun anggrek epifit
  • Kebun anggrek tanah

Fasilitas tersebut berlokasi di blok 3A seluas _________.

  1. Pengelolaan Edu Garden sebagai bagian dari Science Techno Park Berbah

Sejalan dengan isu perubahan iklim, isu krisis pangan dan energi yang melanda masyarakat dunia. Mengemban amanah sebagai pusat inovasi agroteknologi, PIAT UGM memiliki tugas untuk membuat inovasi yang dapat turut mengatasi isu perubahan iklim, krisis pangan, maupun energi. Hal seserius ini harus ditangani mulai dari dasar melalui edukasi kepada anak-anak sejak dini maupun kepada berbagai lapisan masyarakat. Guna mengoptimalkan kecerdasan yang dimiliki, maka perlu wahana yang sesuai untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Penyampaian edukasi tersebut pun harus dilakukan secara menarik salah satunya melalui outbond. Metode outbond dipercaya bukan hanya merupakan sebuah tren dalam metode pelatihan, namun juga efektif dalam membangun pemahaman terhadap suatu konsep dan membangun perilaku.

Mendukung aktivitas tersebut, PIAT UGM menyediakan layanan edugarden yang siap digunakan untuk melakukan edukasi dan pembentukan karakter guna mempersiapkan generasi yang tangguh untuk mengahadapi isu-isu tersebut. Sampai saat ini lahan tersebut telah banyak digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat untuk melakukan outbond maupun kegiatan lain terkait peningkatan softskill.

Harapannya pengembangan edupark ini dapat diintegrasikan dengan edukasi dalam bidang peternakan, pertanian, energi, maupun konservasi sumber daya alam serta dapat memberdayakan masyarakat sekitar dalam pengelolaannya. Sehingga ke depannya pengembangan edupark ini dapat sejalan dengan dua hal dalam tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Fasilitas

Fasilitas yang ada di kawasan edugarden ini antara lain:

  • rumah jaga
  • pendopo
  • camping ground
  • lapangan untuk api unggun
  • 12 unit toilet
  • lintasan flying fox
  • wahana cargo net

 

  1. Pengelolaan Sumber Daya Air PIAT UGM

Di PIAT UGM Berbah terdapat satu blok khusus kawasan perairan air tawar di sebelah barat blok 3. Dalam kawasan ini terdapat mata air yang digunakan sebagai sumber irigasi juga dibuat kolam-kolam untuk perikanan. Kawasan ini menjadi sumber air utama untuk pengairan di blok 3 dan blok 2 B selain sumur. Air yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat baik. Karena melimpahnya air maka kawasan ini digerakkan untuk perikanan. Selain produksi ikan, kawasan ini juga digunakan untuk melakukan penelitian di bidang perikanan. Pada saat musim kemarau sumber air di kawasan ini menjadi cadangan air yang dapat menjangkau kawasan lainnya. Keberadaan sumber air ini terjaga karena di kawasan tersebut masih banyak pohon besar yang menjadi penahan air. Ke depannya kawasan ini tetap harus dijaga kondisi lingkungannya agar debit air tidak berkurang.

Untuk pengelolaan sumber daya air saat ini sudah tersedia irigasi teknis di areal pertanian menggunakan irigasi drip/ tetes serta irigasi sprinkle. Selain itu untuk mencegah longsornya sempadan sungai Opak yang berada di sebelah timur kawasan PIAT UGM Berbah.

Sesuai dengan tugas dan fungsi tersebut Bidang KSDA PIAT UGM fokus pada perbaikan saluran irigasi untuk kelancaran pendistribusian air di dalam kawasan. Kawasan PIAT UGM di Berbah maupun di Mangunan-Girirejo memiliki permasalahan yang sama yaitu ketersediaan air. Dengan adanya permasalahan tersebut Bidang KSDA juga merecanakan pembuatan penangkap air hujan yang dapat dimanfaatkan saat musim kemarau seperti embung, rooftop rainwater harvesting, serta pengembangan model instalasi water harvesting yang lain. Harapannya ke depan model-model instalasi tersebut dapat diterapkan di wilayah lain yang mengalami krisis air. Selain itu bidang KSDA juga menginisiasi adanya riset grup tentang air dari hulu ke hilir dengan anggota riset grup yang merupakan dosen serta peneliti yang fokus dalam pengelolaan dan konservasi air.

  1. PROYEKSI PROGRAM DI MASA DEPAN

Di antara program-program yang dilaksanakan maka akan ada perencanaan program di masa depan antara lain sebagai berikut:

  1. Science Techno Park Mangunan-Girirejo

Kebun Mangunan-Girirejo seluas 151 hektar kelak akan dikembangkan menjadi Science Techno Park yang berbasis agroteknologi dan kebudayaan. Kawasan ini mulai saat ini telah dirintis dengan kebun buah 3 S (sirsak, sawo, dan srikaya) yang dapat menunjang pariwisata setempat. Kebun buah ini merupakan kebun buah utama yang didukung dengan adanya zonasi lain seperti kebun buah pendamping, hutan rakyat,

  1. Kebun Anggrek

Ke depannya, kebun anggrek yang ada di PIAT UGM ini akan dikembangkan sebagai kawasan untuk orchidarium dan birdpark. Dari sisi kerjasama, PIAT UGM akan bekerjasama dengan Fakultas Biologi UGM untuk pengembangan kebun anggrek dan menggandeng kawasan konservasi seperti taman nasional untuk mengadakan konservasi anggrek.

  1. Science Techno Park PIAT UGM Kalitirto, Berbah, Sleman

Kawasan PIAT UGM di Kalitirto Berbah Sleman akan dikembangkan menjadi kawasan edukasi, hiburan, serta wisata. Kawasan ini membutuhkan fasilitas baru untuk meningkatkan pelayanan sesuai dengan tridharma perguruan tinggi antara lain: tambahan wahana permainan edukatif, bangunan serbaguna, gapura yang menjadi center attraction PIAT UGM, amphitheater/ outdoor concert hall, guesthouse dan dormitory, walking track serta food court.

  1. Pengelolaan Sumber Daya Air PIAT UGM

Pengelolaan sumber daya air di PIAT UGM baik di Kalitirto maupun Mangunan-Girirejo akan dikembangkan teknik-teknik untuk pengelolaan air di kawasan lahan kering. Di kedua lahan ini akan dikembangkan inovasi panen air, inovasi tenologi irigasi tetes di lahan kritis, pembuatan embung dan tangki air, serta restorasi daerah aliran sungai menggunakan tanaman penahan air terutama di kawasan lahan kritis.

Lahan BLok III

Share